Mau Nafkahin Malah Dinafkahin
Vahn, pewaris klan terkaya Solas, tumbuh miskin tanpa tahu asal-usulnya yang sebenarnya. Suatu hari, demi lari dari desakan klannya agar segera menikah, ia pakai app kencan untuk sewa pacar. Rose, CEO Grup Starry, juga lagi cari pria untuk punya anak agar tidak dijodohin. Keduanya bertemu. Di hari pertemuan, tunangan Rose, Albert, jadi musuh Vahn.
Rekomendasi untuk Anda





Laki-laki di Kemeja Kotak-kotak Itu Terjebak dalam Drama Cinta & Antik
Ekspresi kagetnya setiap kali Xiao Yao mengangkat mangkuk kecil itu membuat kita ikut deg-degan. Ia bukan hanya penonton pasif—ia menjadi simbol orang biasa yang tiba-tiba terseret ke dunia misteri. Mau Menafkahi Malah Dinafkahi, ternyata nasibnya ditentukan oleh satu mangkuk celadon 🍵
Ayam Jago di Sudut Ruang? Ini Bukan Latar Belakang Biasa!
Ayam itu bukan sekadar dekorasi—ia menjadi metafora: semua orang di ruangan ini sedang 'dijagokan' untuk membuktikan nilai sesuatu. Xiao Yao merekam dengan stick selfie, namun si ayam diam-diam menjadi saksi bisu terkuat. Mau Menafkahi Malah Dinafkahi? Bahkan hewan pun tahu siapa yang sebenarnya berkuasa 🐓
Live Streaming dengan Filter 'Kecurigaan' yang Bikin Penonton Ikut Panik
Chat live yang muncul—'Ini benar-benar barang antik?' atau 'Jangan lihat, host!'—membuat kita merasa seperti penonton di lokasi kejadian. Xiao Yao bukan hanya host, ia adalah aktor utama yang memainkan peran ganda: influencer & investigator. Mau Menafkahi Malah Dinafkahi, tetapi audiens-nya justru yang kena 'nafkah' emosional 😅
Meja Emas, Mangkuk Celadon, dan Rasa Takut yang Tak Terucap
Meja tertutup kain emas, namun isinya kacau: kacang, cangkir pecah, dan tangan gemetar memegang ID palsu? Semua detail ini menyiratkan konflik kelas & identitas. Xiao Yao tersenyum, tetapi matanya berkata: 'Aku tahu kalian berbohong.' Mau Menafkahi Malah Dinafkahi—drama paling halus dalam satu frame 🎭
Si Xiao Yao Ternyata Bukan Cewek Sembarangan
Dari gaya rambut dua kuncir hingga ID kerja 'Pusat Penelitian Antik', Xiao Yao tersenyum manis sambil memegang kaca pembesar—namun matanya tajam seperti detektif. Mau Menafkahi Malah Dinafkahi? Justru dialah yang mengendalikan narasi! 🕵️♀️✨