Mau Nafkahin Malah Dinafkahin
Vahn, pewaris klan terkaya Solas, tumbuh miskin tanpa tahu asal-usulnya yang sebenarnya. Suatu hari, demi lari dari desakan klannya agar segera menikah, ia pakai app kencan untuk sewa pacar. Rose, CEO Grup Starry, juga lagi cari pria untuk punya anak agar tidak dijodohin. Keduanya bertemu. Di hari pertemuan, tunangan Rose, Albert, jadi musuh Vahn.
Rekomendasi untuk Anda





Ayam Jadi Saksi Bisu
Ayam cokelat itu nggak cuma jalan-jalan, dia jadi saksi bisu saat pria kacamata nyium mutiara dari lantai. Adegan ini absurd tapi justru jenius—Mau Nafkahin Malah Dinafkahin pakai humor visual yang tajam. Siapa sangka ayam bisa jadi simbol kekacauan keluarga? 🐔✨
Gaya Klasik vs Gaya Instan
Perempuan baju hitam-putih dengan kalung besar vs nenek berbaju batik biru—dua generasi, dua gaya hidup. Saat mereka berhadapan, tegangannya bukan karena kata-kata, tapi tatapan dan gerak tangan yang terlalu halus. Mau Nafkahin Malah Dinafkahin sukses bikin kita ngerasa jadi tetangga yang ikut ribut 😅
Mutiara yang Jatuh, Harga yang Naik
Mutiara putih di mangkuk kecil ternyata bukan camilan biasa—dia jadi pemicu konflik keluarga. Ketika jatuh di lantai dan dihuni ayam, maknanya berubah: kemewahan yang dianggap remeh justru jadi cermin keserakahan. Mau Nafkahin Malah Dinafkahin, film pendek yang penuh metafora 🌟
Kursi Roda Bukan Batas, Tapi Panggung
Nenek di kursi roda bukan tokoh pasif—dia mengendalikan alur hanya dengan senyum dan gerak tangan. Di tengah keributan keluarga, dia tetap tenang seperti air di ember kayu. Mau Nafkahin Malah Dinafkahin mengajarkan: kekuatan sejati bukan di suara keras, tapi di diam yang penuh makna 🪑💧
Kaki di Ember, Hati di Udara
Nenek di kursi roda, kaki direndam di ember kayu sambil makan mutiara—santai banget! Tapi begitu rombongan datang, ekspresinya berubah drastis. Mau Nafkahin Malah Dinafkahin ternyata bukan soal uang, tapi soal rasa hormat dan kejutan yang bikin geleng-geleng 🤯