PreviousLater
Close

Mau Nafkahin Malah Dinafkahin Episode 23

like2.0Kchaase2.2K

Mau Nafkahin Malah Dinafkahin

Vahn, pewaris klan terkaya Solas, tumbuh miskin tanpa tahu asal-usulnya yang sebenarnya. Suatu hari, demi lari dari desakan klannya agar segera menikah, ia pakai app kencan untuk sewa pacar. Rose, CEO Grup Starry, juga lagi cari pria untuk punya anak agar tidak dijodohin. Keduanya bertemu. Di hari pertemuan, tunangan Rose, Albert, jadi musuh Vahn.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Gaya Fashion = Bahasa Tubuh yang Lebih Kuat daripada Kata-Kata

Perhatikan detailnya: gaun ungu berkilau versus blazer bergaris hitam—dua wanita, dua sikap, satu konflik 💎. Kalung zamrud dan anting emas bukan sekadar aksesori, melainkan senjata diplomasi halus. Pria berjas hitam duduk diam, tetapi matanya berbicara lebih keras daripada seluruh dialog. Mau Nafkahin Malah Dinafkahin berhasil menggunakan fashion sebagai narasi tersendiri!

Pria Berjas Cokelat: Master of Panic Face 😅

Dia mulai santai, lalu tiba-tiba kaget, gelagapan, hingga akhirnya menutup wajah—ini bukan akting, ini *reaksi asli*! 😂 Setiap gerakan tangannya bagai sedang bermain catur emosional. Di tengah semua drama keluarga, ia menjadi penyelamat komedi yang tak disengaja. Mau Nafkahin Malah Dinafkahin berhasil membuat kita ikut deg-degan sekaligus tertawa dalam satu napas.

Buku Merah Itu Bukan Surat Cinta, Melainkan Senjata Rahasia

Saat wanita berbusana kristal mengeluarkan buku merah dari kotak logam—detik itu seluruh ruangan berhenti bernapas 📜. Wajah Li Na berubah dari dingin menjadi syok, sementara pria berjas hitam hanya mampu menatap kosong. Ini bukan sekadar dokumen, melainkan *plot twist* yang disimpan rapi di balik senyum manis. Mau Nafkahin Malah Dinafkahin memang ahli memainkan kartu terakhir!

Konflik Keluarga ala Drama China: Gaya, Emosi, dan Satu Kotak Logam

Tidak perlu berteriak, cukup tatapan tajam ditambah gerakan tangan yang presisi—dan kita sudah tahu siapa yang kalah. Ruang tamu elegan menjadi arena pertempuran halus, di mana setiap cangkir teh pun menyimpan makna tersirat. Mau Nafkahin Malah Dinafkahin mengajarkan: keluarga modern bukan soal uang, melainkan siapa yang berani membuka kotak logam lebih dulu 🔐✨

Drama Keluarga yang Membuat Jantung Berdebar

Adegan di ruang tamu mewah ini benar-benar memukau! Ekspresi wajah Li Na saat membuka buku merah itu—oh my god, seperti bom waktu 🤯. Semua karakter saling berpandangan dengan intensitas tinggi, terutama pria berjas cokelat yang tampak bingung namun tetap keren. Mau Nafkahin Malah Dinafkahin memang jago membuat penonton tegang sejak detik pertama!