Versi asli
(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar
Kevin, seorang pria yang dikhianati mantan pacarnya tiba-tiba membangkitkan sistem misterius yang memberinya kekayaan berlipat ganda setiap kali ia menghabiskan uang untuk wanita. Dari nol, ia naik ke puncak dan terjebak dalam romansa dengan empat wanita berbeda.
Rekomendasi untuk Anda





Telepon yang Mengubah Nasib
Satu panggilan ke 'Manajer Ali' berubah menjadi momen klimaks—pria berkulit putih yang awalnya sombong justru gemetar. Detail kartu hitam dan kode QR? Sangat cermat! (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar memang ahli dalam membangun ketegangan mini 📞🔥
Perempuan di Sofa: Simbol atau Ancaman?
Wanita di sofa bukan sekadar properti—ia menjadi katalis konflik. Kalimat 'Kontrak Aning juga tidak akan ditandatangani' mengguncang segalanya. Pencahayaan biru ditambah ekspresi redupnya = simbol kekuasaan tersembunyi. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar semakin dalam tiap detiknya 🌙
Jas Hitam vs Kemeja Putih: Duel Identitas
Kemeja putih = kepanikan, jas hitam = kontrol mutlak. Dialog 'Aku suaminya' versus 'Berani sentuh wanitaku!' adalah pertarungan status, bukan cinta. Gaya visualnya sangat cinematic—seperti menonton film thriller selama 10 menit. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar membuat penonton ketagihan! 🎬
Triliunan? Bukan Angka, Tapi Tekanan
Kalimat 'Hanya triliunan saja' diucapkan dengan datar—bukan sikap sombong, melainkan penghinaan halus. Pria berkulit putih yang berkata 'Aku malas basa-basi' justru terlihat paling takut. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar berhasil membuat kita ikut deg-degan hingga akhir 🫠
Drama Kontrak yang Bikin Geleng-Geleng
Adegan Kino vs Tuan Kevin di ruang gelap itu sangat keren! Ekspresi panik pria berkulit putih berbanding dengan ketenangan pria berjas hitam—kontras emosional yang menciptakan ketegangan. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar ternyata menyimpan twist bisnis yang cerdas 🤯