PreviousLater
Close

(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar Episode 31

like2.9Kchaase7.8K
Versi asliicon

(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar

Kevin, seorang pria yang dikhianati mantan pacarnya tiba-tiba membangkitkan sistem misterius yang memberinya kekayaan berlipat ganda setiap kali ia menghabiskan uang untuk wanita. Dari nol, ia naik ke puncak dan terjebak dalam romansa dengan empat wanita berbeda.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Sadam, Sang Raja Sindiran Halus

Sadam berhasil membuat Kevin kebakaran jenggot hanya dengan satu kalimat: 'Sudah kutampar, masih saja sombong'. Gaya bicaranya dingin namun menusuk, seperti anggur tua yang manis tetapi beracun 🍷. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar memang jago memainkan karakter anti-hero yang elegan.

Bu Aning, Wanita di Balik Semua Konflik

Jangan lewatkan peran Bu Aning—dia bukan sekadar penonton, melainkan arsitek konflik yang diam-diam menggerakkan segalanya. Ekspresinya saat menyuruh Kevin 'berani memukul Sadam' itu benar-benar masterclass akting. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar sukses membangun tokoh perempuan kuat tanpa perlu berteriak.

Pakaian sebagai Bahasa Tubuh

Perhatikan warna jasnya! Kevin abu-abu = ragu & defensif, Sadam cokelat emas = percaya diri & dominan. Bahkan detail bros di kerah jas Sadam itu merupakan simbol kekuasaan yang terselubung 🎩. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar benar-benar detail-oriented. Kostum bukan pelengkap—melainkan narasi!

Kalau Bukan Teman Sekolah, Siapa Lagi?

Adegan 'Kita kan teman sekolah' itu bombastis! Satu kalimat mengubah dinamika dari musuh menjadi mantan sahabat yang sakit hati. Emosi Kevin yang langsung melemas? Sangat realistis. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar tahu betul cara memicu rasa nostalgia sekaligus trauma masa lalu 💔

Drama Meja Makan yang Membuat Jantung Berdebar

Adegan Kevin vs Sadam di meja makan itu sangat keren! Tegang, penuh sindiran halus, dan ekspresi wajah mereka membuat kita ikut gelisah 😅. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar benar-benar memainkan dinamika permainan kekuasaan dengan apik. Siapa sangka anggur bisa menjadi senjata politik?