Versi asli
(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar
Kevin, seorang pria yang dikhianati mantan pacarnya tiba-tiba membangkitkan sistem misterius yang memberinya kekayaan berlipat ganda setiap kali ia menghabiskan uang untuk wanita. Dari nol, ia naik ke puncak dan terjebak dalam romansa dengan empat wanita berbeda.
Rekomendasi untuk Anda





Kalau Sudah Jelas, Kenapa Masih Ribut?
Maya berkata, 'sudah janji sama aku', Lina membalas, 'kamu salah paham'—namun Kevin diam seperti batu. Konflik ini bukan soal siapa yang lebih dulu, melainkan siapa yang berani jujur. (Dialihbahasakan) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar membuat kita ikut deg-degan hingga akhir 🫣
Baju Hitam vs Pink: Simbol Perang Dua Wanita
Gaun hitam berkilau milik Lina vs dress pink milik Maya—dua gaya, dua sikap, satu pria. Pencahayaan bokeh dan balon berwarna-warni justru memperkuat ketegangan. (Dialihbahasakan) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar berhasil menggunakan visual sebagai senjata naratif 💃✨
Kevin, Kamu Bukan Pahlawan, Tapi Plot Twist!
Dia diam, tersenyum tipis, lalu berkata, 'semua bisa bersaksi'—kalimat pembunuh! Bukan pahlawan, bukan penjahat, melainkan karakter yang tahu cara mengendalikan medan perang cinta. (Dialihbahasakan) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar membuat kita menantikan episode berikutnya 😏
Penonton Jadi Saksi Bisu yang Terlalu Bersemangat
Dari latar belakang, ada yang berteriak, 'Kurir makanan ini sebenarnya siapa dia?', hingga yang tersenyum sambil memegang tas kecil. Mereka bukan extras—mereka adalah kita, penonton yang ikut panas 🔥 (Dialihbahasakan) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar berhasil mengajak penonton menjadi bagian dari cerita.
Pacaran di Depan Mantan? Drama Klasik!
Lina vs Maya di pesta ulang tahun—ketegangan tinggi, ekspresi wajah berbicara lebih banyak daripada kata-kata! Kevin menjadi pusat konflik, tetapi kebisuannya justru membuat penasaran. (Dialihbahasakan) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar benar-benar tidak main-main soal drama cinta kampus 🎭🔥