Versi asli
(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar
Kevin, seorang pria yang dikhianati mantan pacarnya tiba-tiba membangkitkan sistem misterius yang memberinya kekayaan berlipat ganda setiap kali ia menghabiskan uang untuk wanita. Dari nol, ia naik ke puncak dan terjebak dalam romansa dengan empat wanita berbeda.
Rekomendasi untuk Anda





Nona Aning vs Wanita Cantik: Siapa yang Lebih Tegas?
Nona Aning diam-diam mengancam dengan senyum dingin, sementara wanita cantik langsung mengomel keras. Beda gaya, sama-sama garang! Namun justru di sinilah (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar menunjukkan dinamika cinta segitiga yang *spicy* tanpa perlu berteriak-teriak 🌶️
Stoking Model Baru? Bukan Soal Uang, Tapi Soal Gengsi!
Pertanyaan 'Kamu ikut dia atau ikut aku?' bukan soal pilihan cinta—melainkan ujian loyalitas dan harga diri. Kevin tersenyum datar, tetapi matanya berkata: 'Aku memilih yang membuat aku tidak perlu lagi membungkuk'. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar memang ahli dalam dialog beracun yang manis 🍬
Meja Makan Jadi Arena Perang Dingin
Dari tumpahan saus hingga uang berserakan di lantai—semua menjadi simbol kekacauan emosional. Kevin duduk tenang, sementara semua orang berdiri panik. Itulah kekuatan diam: (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar mengajarkan kita bahwa terkadang, diam adalah senjata paling tajam 🔪
Wanita Cantik: Bukan Cemburu, Tapi Takut Kehilangan Kuasa
Dia tidak marah karena Kevin dekat dengan Nona Aning—tetapi karena Kevin mulai berani menolak perintahnya. Di dunia (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar, cinta bukan tentang perasaan, melainkan tentang siapa yang masih bisa dikendalikan 💼✨
Kevin, Jangan Lagi Mengemis di Meja Makan!
Adegan Kevin membungkuk meminta maaf di tengah makan malam mewah itu membuat kepala bergoyang-goyang 🙃. Padahal dia hanya 'teman' yang diundang, tetapi berani menjadi pusat perhatian. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar—namun rezekinya belum sampai pada rasa malu 😅