Versi asli
(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar
Kevin, seorang pria yang dikhianati mantan pacarnya tiba-tiba membangkitkan sistem misterius yang memberinya kekayaan berlipat ganda setiap kali ia menghabiskan uang untuk wanita. Dari nol, ia naik ke puncak dan terjebak dalam romansa dengan empat wanita berbeda.
Rekomendasi untuk Anda





Ibu Menangis, Ayah Marah—Drama Keluarga yang Nyata
Ekspresi ibu yang menangis sambil memegang tangan Kak Tama membuat merinding. Konflik antara keinginan ayah dan keputusan Cahya terasa sangat manusiawi. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar berhasil membuat penonton ikut beremosi. 🥺
Kecemburuan & Sistem Cinta 99 Poin
Munculnya 'sistem提示' dengan nilai cinta 99 saat Cahya ragu untuk menikah—genius! Ini bukan hanya drama, melainkan meta-komentar tentang hubungan modern. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar berani bereksperimen dengan narasi. 💡
Mobil Convertible Malam Hari = Mood Booster
Adegan di dalam mobil convertible pada malam hari dengan lampu jalan yang redup—komposisi visual sempurna untuk momen romantis serta konflik batin Cahya. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar memiliki estetika sinematik yang tinggi. 🌙🚗
Kalimat 'Jangan Salahkan Aku' yang Menghancurkan
Ketika Cahya berkata 'jangan salahkan aku', suaranya pelan namun menusuk. Itu bukan pembelaan—melainkan pengakuan atas kelemahan sekaligus keberanian. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar menggali kedalaman karakter dengan brilian. 🎭
Uang 20 Miliar vs Cinta Sejati
Adegan penyerahan kartu kredit menjadi puncak konflik keluarga—Kak Tama menolak uang, tetapi Cahya memilih kebaikan. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar mengingatkan: kekayaan bukan ukuran cinta, melainkan pengorbanan. 😢✨