Versi asli
(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar
Kevin, seorang pria yang dikhianati mantan pacarnya tiba-tiba membangkitkan sistem misterius yang memberinya kekayaan berlipat ganda setiap kali ia menghabiskan uang untuk wanita. Dari nol, ia naik ke puncak dan terjebak dalam romansa dengan empat wanita berbeda.
Rekomendasi untuk Anda





Nona vs Noni: Duel Emosi di Meja Makan
Nona duduk santai sambil tertawa kecil, sedangkan Noni menyilangkan tangan dengan tatapan dingin—dua wanita, dua sikap, satu pria yang menjadi pusat badai. Meja makan berubah menjadi panggung konflik tak terucap, penuh kode dan ekspresi yang lebih keras daripada kata-kata 🍷 (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar.
Pembelaan Kevin yang Justru Menghancurkan
Saat dituduh 'pamer', Kevin justru beralasan, 'imajinasi kalian liar'. Namun ketika ditanya soal bayaran, ia langsung gugup—tanda jelas bahwa semua cerita itu hanyalah sandiwara. Ironisnya, orang-orang malah percaya karena gaya bicaranya meyakinkan 🎭 (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar.
Si Pria dalam Jas Abu-abu: Kritik Sosial yang Tajam
Pria berjas abu-abu menjadi suara rasional di tengah hiruk-pikuk kebohongan Kevin. Ia tahu segalanya—mulai dari 'kamu bersusah payah banget sih' hingga 'aku hampir tertipu olehmu'. Karakter ini menjadi cermin penonton yang kesal melihat manipulasi sosial yang terlalu nyata 💡 (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar.
Adegan Kunci: 'Bukan Dibayar Tante Kaya?'
Kalimat Noni itu bagai petir di siang bolong—membongkar seluruh narasi Kevin dalam satu detik. Kevin terdiam, lalu membalas dengan nada sinis. Adegan ini menunjukkan betapa rapuhnya 'kejayaan' yang dibangun atas kebohongan. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar benar-benar memukau! 🌩️
Kevin, Sang Pembohong Elegan
Kevin mengenakan jas cokelat mewah, tetapi hidupnya penuh kebohongan—mulai dari membeli mobil hingga berpura-pura menjadi dermawan. Nona dan Noni terjebak dalam drama sosial yang membuat orang hanya bisa menggelengkan kepala 😅 (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar benar-benar menggambarkan ironi kehidupan.