Di tengah gemerlap konferensi FS Group, sebuah folder hitam menghancurkan segalanya. Hasil tes DNA: 'Tidak ada hubungan ayah-anak'. Ekspresi Jiang Chu hanya bertahan sebentar—lalu runtuh. Bab 'Kita Sudah Selesai' dimulai dari sini. 💔
Fernando masuk seperti seorang pangeran, kacamata emasnya berkilau, namun matanya kosong. Saat ia menatap Jiang Chu yang menangis di lantai, tidak ada kata-kata—hanya napas yang tertahan. Bab 'Kita Sudah Selesai' bukan akhir, melainkan titik balik yang sunyi. 🕶️
Celine turun tangga dengan gaun hitam-putih, langkahnya mantap—namun jemarinya gemetar memegang ponsel. Headline 'Pewaris Konglomerat Main Dua' muncul. Di detik itu, ia menyadari: Bab 'Kita Sudah Selesai' bukan soal cinta, melainkan pengkhianatan keluarga. ⚰️
Pesawat lepas landas di senja, simbol perpisahan. Namun Fernando tidak pergi—ia kembali ke rumah dan mengetuk pintu pelan. Celine membuka, tersenyum tipis. Mereka berdiam diri. Karena kadang, Bab 'Kita Sudah Selesai' justru dimulai saat segalanya berakhir. ✈️❤️
Celine duduk di sofa dengan buku di tangan, senyumnya lembut—namun matanya menyimpan badai. Di balik keanggunan putihnya, tersembunyi ketegangan yang tak terucapkan. Bab 'Kita Sudah Selesai' bukan sekadar judul, melainkan sebuah pernyataan. 📖✨