Wanita dalam jaket emas jatuh bukan karena kaki lemah—tapi karena hati yang sudah retak. Pria dalam jas hitam berdiri diam, lalu berlutut... tetapi tangannya tidak menyentuh. Bab Kita Sudah Selesai adalah tragedi yang dipentaskan dengan elegan. 🎭
Tas berkilau, surat berlogo resmi, dan tatapan kosong yang mengatakan segalanya. Dia membuka tas seperti membuka kotak Pandora—dan di dalamnya terdapat akhir. Bab Kita Sudah Selesai bukan tentang cinta, melainkan tentang kekuasaan yang salah arah. 🔥
Dia berlutut, memegang tangannya, lalu berdiri—tanpa menariknya bangun. Itu bukan keraguan, melainkan penolakan halus. Bab Kita Sudah Selesai ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan jarak yang semakin lebar di antara mereka. 📏
Saat pria berjaket hitam pergi, dia digantikan oleh bodyguard—simbol bahwa dia bukan lagi miliknya. Wanita itu tersenyum getir, seolah mengatakan: 'Bab Kita Sudah Selesai' bukan kalimat, melainkan pengumuman resmi dari hati yang telah mundur. 😌
Kertas putih itu bukan sekadar dokumen—itu bom waktu yang meledak di tengah koridor mewah. Ekspresi dinginnya versus kepanikan di matanya: Bab Kita Sudah Selesai benar-benar dimulai dari sini. 💔 #DramaKantor