Bab Kita Sudah Selesai
Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
Rekomendasi untuk Anda






Apron vs Jas Hitam: Duel Romantis
Ia memasak dengan apron kotak-kotak, ia datang dengan jas hitam yang basah oleh salju. Bab Kita Sudah Selesai tidak memerlukan dialog panjang—cukup tatapan dan gerakan kursi yang dipersilakan. Kimia mereka seperti anggur yang baru dibuka: hangat dan manis pahit. 🍷
Jendela sebagai Penonton Bisu
Adegan paling menyayat hati bukan di meja makan, melainkan saat ia memandang mereka dari jendela—salju turun, cahaya dalam rumah redup, dan ia tetap berdiri. Bab Kita Sudah Selesai mengajarkan: terkadang penyesalan datang setelah pintu tertutup. 🪟
Gelas Susu yang Tak Pernah Diteguk
Gelas susu di tangan, lengan saling bersilang, mata menatap kosong—Bab Kita Sudah Selesai berhasil membuat kita merasa seolah ikut duduk di sana. Bukan konflik besar, melainkan keheningan yang berat itulah yang membuat napas tersengal. 🥛
Bunga di Meja, Luka di Hati
Meja makan elegan, bunga segar, lilin menyala... namun senyum mereka terlalu sempurna untuk terasa nyata. Bab Kita Sudah Selesai pandai menyembunyikan luka di balik kesempurnaan. Kita tahu: ini bukan akhir, melainkan bab terakhir yang belum ditulis. 🌹
Makan Siang yang Berakhir di Salju
Dari sandwich kantor hingga hujan salju di malam hari—Bab Kita Sudah Selesai benar-benar memainkan kontras emosi dengan sangat tepat. Ekspresi kekecewaan lalu berubah menjadi haru saat ia berdiri sendiri di bawah salju... 💔❄️