Bab Kita Sudah Selesai
Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
Rekomendasi untuk Anda






Dari Kasur ke Mobil: Drama dalam 3 Adegan
Bangun tidur → baca majalah → turun tangga → masuk mobil. Semua transisi terasa halus, namun menyimpan ketegangan tersembunyi. Dalam Bab Kita Sudah Selesai, cinta tidak pernah berakhir dengan teriakan—melainkan dengan keheningan, senyum palsu, dan tangan yang melepaskan koper perlahan. 🚗💨
Yiya vs. Dylan: Siapa yang Lebih Sakit?
Yiya menangis di tengah salju, Dylan duduk dalam kegelapan sambil memegang telepon—namun siapa yang lebih hancur? Adegan telepon malam itu justru mengungkap kelemahan Dylan: ia tak mampu berbicara, hanya mendengarkan. Bab Kita Sudah Selesai bukan tentang siapa yang salah, melainkan siapa yang berani mengakui kerinduan. 📞❄️
Detail yang Bikin Merinding
Perhatikan: saat Yiya membaca majalah, halaman menampilkan wajah wanita lain—bukan dirinya. Lalu Dylan memandangnya dari kursi, ekspresi datar. Dalam Bab Kita Sudah Selesai, cemburu tidak memerlukan kata; cukup satu tatapan dan halaman yang tertutup perlahan. 📖👀
Kostum sebagai Bahasa Tubuh
Yiya mengenakan gaun putih ditambah cardigan abu-abu—sederhana, rapuh, seperti harapannya. Dylan di akhir adegan mengenakan jas hitam, kaku, seperti hatinya yang terkunci. Bab Kita Sudah Selesai bukan sekadar kisah putus cinta biasa; ini adalah kisah dua orang yang masih saling menyentuh, namun tak berani menyentuh tangan satu sama lain. 🖤🤍
Salju yang Menangis, Cinta yang Terlupakan
Adegan salju malam itu bukan hanya latar belakang—melainkan simbol kesepian Yiya yang terperangkap dalam Bab Kita Sudah Selesai. Ia berdiri diam, tubuh menggigil, namun air matanya lebih dingin daripada butiran salju. 💔 Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa Dylan tidak muncul di depan pintu?