Bab Kita Sudah Selesai
Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
Rekomendasi untuk Anda






Koridor yang Penuh Pertanyaan
Dylan tidak menjawab pesan, tetapi jarinya mengetik 'sedang sibuk'—padahal ia hanya berdiri di koridor, menatap langit-langit. Wanita itu menunggu, memegang ponsel seperti pegangan kapal di tengah badai. Bab Kita Sudah Selesai dimulai dari detik kita berhenti berlari bersama. 📱
Gelas yang Tak Diteguk
Ia memegang gelas, tetapi tidak minum. Hanya memutarnya bolak-balik, seolah waktu bisa diputar kembali. Buku di depannya terbuka di halaman yang sama sejak tadi—kata-kata terjebak, seperti perasaannya. Bab Kita Sudah Selesai bukan akhir, melainkan jeda sebelum kalimat baru ditulis. ✨
Pria dalam Kotak Catur
Ia datang dengan jas kotak-kotak, tangan saling menggenggam—sikap formal yang menyembunyikan kebingungan. Tidak ada kemarahan, hanya keheningan yang terlalu rapi. Bab Kita Sudah Selesai sering dimulai bukan dengan teriakan, melainkan dengan napas yang tertahan di tenggorokan. 🎩
Cahaya Jendela & Pesan yang Tertunda
Cahaya masuk lewat jendela, menyinari rambutnya yang bergelombang—ia mengetik, menghapus, lalu mengetik lagi. 'Ada yang ingin kukatakan...' lalu dikirim. Namun jawaban tak kunjung datang. Bab Kita Sudah Selesai bukan tentang siapa yang salah, melainkan siapa yang masih berani membuka obrolan terakhir. 💬
Telepon yang Menggantung di Udara
Jovan menelepon dengan ekspresi cemas, lalu tersenyum tipis setelahnya—seakan menutup luka dengan kain halus. Di meja, gelas anggur bergetar pelan, sementara buku-buku diam menyaksikan. Bab Kita Sudah Selesai bukan tentang putus cinta, melainkan tentang menghela napas sebelum melepaskan. 🍷