Bab Kita Sudah Selesai
Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
Rekomendasi untuk Anda






Dua Wanita, Satu Pintu, Ribuan Pertanyaan
Mereka berdiri di ambang pintu kamar mandi—dua sosok dalam balutan baju tradisional, wajah penuh kekhawatiran dan keraguan. Ia di dalam, terjaga oleh mual dan penyesalan. Bab Kita Sudah Selesai bukan soal cinta yang berakhir, melainkan tentang siapa yang akan membersihkan pecahan hati setelah badai berlalu. 🌹
Jas Hitam vs Jas Kotak-Kotak: Duel Tanpa Kata
Satu duduk santai, satu berdiri tegak—tidak ada teriakan, tidak ada tendangan, hanya tatapan dan jeda yang lebih keras daripada dentuman drum. Bab Kita Sudah Selesai memilih diam sebagai senjata utama. Dan kita? Hanya bisa menahan napas, menunggu siapa yang akan berkedip lebih dahulu. 👀
Pindah Rumah, Tapi Jiwa Masih di Lantai 3
Wanita itu berkemas pelan, sementara pria berambut kuncir berdiri di belakang—tidak membantu, hanya mengamati. Kotak, buku, payung... semuanya tersusun rapi, kecuali perasaan mereka. Bab Kita Sudah Selesai bukan akhir cerita, melainkan bab baru yang ditulis dengan tinta air mata dan kopi dingin. ☕
Ketika Mabuk Jadi Bahasa Tubuh
Di kamar hotel, ia minum langsung dari botol—bukan karena haus, melainkan karena tak tahu cara lain menyampaikan 'aku lelah'. Bajunya berwarna pink yang kusut, rambutnya acak-acakan, namun ekspresi wajahnya masih mempertahankan sisa-sisa harga diri. Bab Kita Sudah Selesai mengajarkan: kadang, menangis pun butuh latihan. 😔
Drama Kehilangan Diri di Ruang Mewah
Pemuda itu terbaring seperti seorang pangeran yang kehilangan takhtanya—botol anggur berserakan, mata tertutup, namun jiwanya masih memberontak. Lalu datanglah pria berjas kotak-kotak, diam, penuh pertanyaan yang tak terucap. Bab Kita Sudah Selesai bukan hanya judul, melainkan luka yang belum sembuh. 🍷✨