Bab Kita Sudah Selesai
Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
Rekomendasi untuk Anda






Asisten Adrian vs Dunia Nyata
Adrian berdiri tegak, tangan terlipat, bagai patung kesetiaan. Namun matanya? Kosong. Ia menyaksikan konflik bosnya tanpa bersuara—bukan karena takut, melainkan karena tahu: dalam dunia ini, diam adalah senjata paling tajam. Bab Kita Sudah Selesai mengingatkan kita: loyalitas sering dikorbankan demi kekuasaan. 🕊️
Lobi Mewah, Jiwa yang Retak
Lobi mewah dengan lampu emas dan patung kayu—namun suasana dingin seperti kuburan. Wanita dalam gaun putih datang, tersenyum tipis, sementara pria dalam jas kotak-kotak menunduk. Di sini, tidak ada pemenang. Hanya orang-orang yang berpura-pura baik saat hati telah retak. Bab Kita Sudah Selesai dimulai sejak detik pertama mereka saling pandang. 🌫️
Tanda Tangan di Atas Luka
Ia menandatangani kontrak kerja sama sambil perutnya membesar—namun tangannya stabil. Ironis? Ya. Tragis? Lebih dari itu. Bab Kita Sudah Selesai bukan soal cinta atau uang, melainkan tentang bagaimana kita menjual harga diri demi kelangsungan hidup. Cincin di atas meja? Hanya properti tambahan. 📄✨
Mereka Tak Pernah Benar-Benar Berbicara
Dari awal hingga akhir, tidak satu pun dialog yang benar-benar jujur. Feng Hanzhou memandang cincin, wanita hamil memegang perutnya, Adrian berdiri bagai bayangan. Semua bermain peran. Bab Kita Sudah Selesai bukan akhir cerita—melainkan awal dari kebohongan yang lebih besar. Kita semua penonton, tetapi siapa yang sedang ditipu? 🎭
Cincin yang Menghancurkan
Feng Hanzhou duduk di kursi CEO, tangannya gemetar memegang dua cincin—simbol janji yang kini menjadi bukti pengkhianatan. Wanita hamil itu datang dengan wajah penuh luka batin, namun diam. Bab Kita Sudah Selesai bukan hanya judul, melainkan pisau yang menusuk perlahan. 💔 #DramaKantor