Bab Kita Sudah Selesai
Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
Rekomendasi untuk Anda






Gaya Hitam, Luka Putih
Detail kostum hitam elegan versus perban berlumur darah di pergelangan tangan—kontras visual yang sangat kuat. Bab Kita Sudah Selesai tidak hanya bercerita, tetapi juga 'menggambar' konflik melalui busana dan luka. Sutradara jago memainkan simbolisme! 🎨
Obrolan di Rumah Sakit = Detonator Emosi
Saat ibu dan saudari bereaksi keras terhadap luka, sementara ia tersenyum dingin—itu bukan kejutan, melainkan *pengkhianatan* yang telah direncanakan. Bab Kita Sudah Selesai berhasil membuat penonton merasa seolah berada di ruang tunggu, jantung berdebar-debar! 💔
Ponsel Menjadi Saksi Bisu
Pukul 19:00, notifikasi chat dari 'Si Dia', dan ekspresi wajah yang berubah drastis—ponsel bukan sekadar alat komunikasi, melainkan senjata emosional. Bab Kita Sudah Selesai mengingatkan: terkadang, pesan terakhir lebih menyakitkan daripada peluru. 📱💔
Dia Duduk Sendiri, Tapi Bukan Sendiri
Sore di sofa rumah sakit, lengan terluka, namun matanya menatap layar penuh harap—ia masih percaya. Bab Kita Sudah Selesai menggambarkan cinta yang tak mau menyerah, meski dunia telah berkata 'selesai'. Sangat mengharukan! 🌧️
Pernikahan yang Berakhir di Ruang Rawat
Dari gaun pengantin megah hingga lengan tergantung dalam gips—Bab Kita Sudah Selesai benar-benar memukau dengan twist emosional. Ekspresi cemas sang pengantin versus ketenangan palsu sang pria... dramanya sangat menggigit! 😳 #PlotTwist