Raja duduk tegak dengan tatapan dingin, sementara pangeran biru berlutut dalam diam—namun matanya berbicara lebih keras daripada kata-kata. Sang Putri Tertua Datang! tidak gentar, bahkan tersenyum tipis saat topengnya jatuh. Ini bukan drama cinta biasa; ini pertempuran diam-diam antara takdir dan keberanian. 💫
Saat topeng putih itu dilepas perlahan-lahan, napas semua orang berhenti. Mata sang pangeran biru terbelalak—bukan karena kecantikan, tetapi karena kenangan lama yang tiba-tiba menghantam. Adegan ini bukan sekadar pembukaan, melainkan bom emosional yang meledak di tengah upacara resmi. 🎭✨