Adegan berlututnya pria dalam jubah hitam emas itu bikin napas tertahan—wajahnya penuh air mata, suaranya serak, tapi tangannya masih memegang kain hitam seperti simbol penyesalan yang tak bisa diucapkan. Di belakangnya, sang Putri Tertua Datang! hanya mengedip pelan... lalu tersenyum tipis. 💔
Di tengah hiruk-pikuk penghormatan massal di halaman istana, hanya satu sosok yang berdiri tegak: Putri Tertua Datang! dengan tatapan dingin dan tangan terlipat. Sementara para pejabat berteriak-teriak sambil menunduk, dia tak bergeming—seperti badai yang diam, siap menghancurkan segalanya. 🌸 #DramaKekuasaan