Lihat saja cara pejabat berlutut—tak hanya hormat, tapi juga ketakutan yang tertahan. Kain merah di lantai seperti darah yang belum mengering. Di tengah semua itu, 'Putri Tertua Datang!' berdiri tegak, tenang, sementara Pangeran Li menunduk dengan tangan gemetar. Ini bukan sekadar upacara—ini adalah pertempuran diam-diam di balik senyum dan jilbab. 🌸⚔️
Dalam adegan penghormatan di istana, Raja duduk tegak dengan tatapan tajam—seperti pedang yang tak pernah terhunus tapi selalu mengancam. 'Putri Tertua Datang!' muncul dengan jilbab putih dan mata yang menyimpan ribuan pertanyaan. Siapa sebenarnya dia? Dan mengapa Pangeran Li tampak lebih takut pada diamnya daripada suara Raja? 🤫👑 #NetShort