Pria berpakaian tradisional itu bukan sekadar figur latar—tatapannya tajam, senyumnya penuh makna. Setiap gerak tangannya seperti memberi sinyal: 'Ini bukan pertemuan biasa.' Dalam PDKT dengan CEO, ia mungkin kunci dari semua konflik tersembunyi. 🕵️♂️
Ia memegang clipboard, tetapi matanya tak pernah lepas dari Erik. Gerakan jarinya yang menunjuk bukan instruksi—itu peringatan. Dalam PDKT dengan CEO, ia lebih dari sekadar asisten; ia adalah penjaga rahasia keluarga. 💎
Tangan di saku, senyum datar, tetapi matanya selalu mengawasi. Gaya pakaian rapi dengan pin salib kecil—detail yang menyiratkan latar belakang religius atau simbolik. Dalam PDKT dengan CEO, ketenangan itu justru paling menakutkan. 😶
Pria berkacamata itu tak banyak bicara, tetapi ekspresi wajahnya saat melihat Erik berbicara—sangat jelas: ia tahu sesuatu yang orang lain tidak tahu. Dalam PDKT dengan CEO, detail kecil seperti dasi bermotif menjadi petunjuk besar. 🧐
Jas hijau tua vs merah marun—bukan hanya selera fashion, tetapi metafora kekuasaan dan ambisi. Saat mereka berdiri berseberangan, ruang terasa menyempit. PDKT dengan CEO ternyata bukan cinta, tetapi perang dingin antar keluarga. ⚔️