Adegan pembuka dengan raksasa itu memang gila, tetapi fokus cerita sebenarnya ada pada gadis kecil dalam Hakim Kecil Manja. Dia bukan sekadar anak biasa, aura magisnya sangat kuat. Saat dia mengangkat tangan dan mengeluarkan cahaya, rasa takut bercampur kagum. Penonton akan langsung jatuh hati pada wataknya yang polos tetapi mematikan. Kesan visualnya sangat memukau mata.
Watak raja dalam Hakim Kecil Manja digambarkan sangat emosional. Dari adegan dia jatuh hingga menangis melihat anaknya, kita bisa merasakan beban seorang ayah. Bukan sekadar penguasa yang kejam, tapi manusia biasa yang takut kehilangan. Ekspresi wajahnya saat melihat bayi-bayi hitam terbang benar-benar menggambarkan keputusasaan. Lakonannya sangat menyentuh hati penonton.
Biksu tua dengan jubah kuning ini punya karisma tersendiri. Darah di mulutnya menandakan dia sudah menggunakan tenaga dalam tingkat tinggi. Dalam Hakim Kecil Manja, dia terlihat seperti pelindung terakhir yang rela berkorban. Tatapan matanya yang tajam saat menghadapi musuh menunjukkan keteguhan hati. Adegan dia melawan energi hitam sangat epik dan penuh ketegangan.
Sosok wanita yang merangkak di tanah dengan luka di dahi ini sangat menyedihkan. Dalam Hakim Kecil Manja, dia mewakili korban dari konflik besar yang terjadi. Usahanya meraih jubah raja menunjukkan harapan terakhir akan keselamatan. Adegan dia diseret oleh askar sangat menyakitkan untuk ditonton. Pakaian putihnya yang kotor menambah drama penderitaan yang dialaminya.
Askar dengan baju zirah hitam emas ini tampil sangat dingin dan misterius. Dalam Hakim Kecil Manja, dia seperti pedang tajam yang siap menebas musuh. Tatapannya yang tajam saat melihat gadis kecil menunjukkan ada ikatan jiwa yang kuat. Adegan dia memeluk gadis itu di akhir sangat mengharukan. Senjata di tangannya terlihat sangat terperinci dan mahal pembuatannya.