Tian Cai menawarkan kekayaan dan kekuasaan duniawi kepada seseorang sebagai balas budi, tetapi orang tersebut menolak dengan tegas, lebih memilih menjadi pelayan sederhana bagi Dewa. Penolakan ini menunjukkan nilai-nilai yang lebih tinggi daripada materi, sementara sikap Tian Cai yang sombong dan materialistis menjadi kontras yang mencolok.Akankah Tian Cai belajar dari penolakan ini dan mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan?