Aku dan Tiga Kakakku
Aning rela berkorban demi Nando, pria yang ia cintai hingga kehilangan segalanya. Dikhianati dan identitasnya direbut, ia kembali ke keluarganya dan menemukan kekuatan baru. Dengan dukungan tiga kakaknya, Aning bersiap membalikkan keadaan.
Rekomendasi untuk Anda





Kemeja Pink vs Kaos Putih: Perang Gaya & Ego
Li Na mengenakan kemeja pink yang elegan, Su Yi dengan kaos bertuliskan 'Miss Lazy' yang sarkastik—dua gaya, dua kepribadian, satu konflik. Adegan ini bukan soal pakaian, melainkan tentang siapa yang berhak mengklaim kebenaran dalam keluarga. 👗💥
Lu Wei, Sang Penengah yang Justru Memperparah
Dia datang dengan jas rapi, tangannya menahan bahu Li Na—namun matanya tak berbohong. Di Aku dan Tiga Kakakku, terkadang 'menenangkan' justru membuat segalanya semakin memanas. Apakah ia netral... atau memiliki agenda tersendiri? 🤨
Refleksi di Cermin: Siapa yang Benar-Benar Terluka?
Cermin kamar mandi memantulkan wajah Li Na yang lelah, lalu Su Yi dari belakang—dua versi kebenaran dalam satu bingkai. Aku dan Tiga Kakakku ahli menciptakan ketegangan tanpa dialog. Cukup dengan tatapan, kita sudah tahu segalanya. 🪞💔
Siapa Sebenarnya yang Dikhianati?
Ponsel bergetar, berita sensasional muncul—tapi siapa sebenarnya yang menjadi korban? Li Na diam, Su Yi tegang, dan Lu Wei hanya diam memandang. Aku dan Tiga Kakakku pandai menyembunyikan kebenaran di balik senyum. 🔍
Air Mata di Kamar Mandi, Drama Keluarga yang Bikin Nyesek
Adegan mencuci muka sambil menangis di kamar mandi—detail kecil namun menusuk hati. Ekspresi Li Na yang terluka, lalu kedatangan Su Yi dengan tatapan dingin... Aku dan Tiga Kakakku benar-benar menggali luka emosional keluarga dengan sangat halus. 🫠