Aku dan Tiga Kakakku
Aning rela berkorban demi Nando, pria yang ia cintai hingga kehilangan segalanya. Dikhianati dan identitasnya direbut, ia kembali ke keluarganya dan menemukan kekuatan baru. Dengan dukungan tiga kakaknya, Aning bersiap membalikkan keadaan.
Rekomendasi untuk Anda





Siapa Sebenarnya yang Mengontrol Kasir?
Petugas kasir berpakaian hitam itu tenang, tetapi matanya menyimpan kecurigaan. Di tengah keributan Lin Xi dan pria misterius, ia justru menjadi pusat narasi tersembunyi. Apakah dia saudara? Pengawal? Atau... musuh tersembunyi? 🤫 *Aku dan Tiga Kakakku* memang master of subtle tension.
Gaya Berbelanja = Gaya Hidup
Lin Xi memakai bros Dior, tas kristal, dan senyum ‘sudah biasa’ saat membayar—tetapi tatapannya kosong. Sementara kakaknya di latar belakang, cemas dan menggigit bibir. Ini bukan toko fashion, melainkan panggung psikologis. Setiap detail busana berbicara lebih keras daripada dialog. 👠
Telepon yang Mengubah Semua
Saat Lin Xi mengangkat ponsel, napas berhenti. Ekspresi wajahnya berubah dari percaya diri menjadi gelisah dalam satu detik. Siapa yang menelepon? Orang tua? Saudara tertua? Atau... mantan? *Aku dan Tiga Kakakku* suka menyisipkan momen ‘telepon darurat’ yang membuat penonton ikut deg-degan. 📞
Pria dalam Jas Hitam: Penyelamat atau Ancaman?
Dia datang tepat saat Lin Xi hampir kehilangan kendali. Senyumnya ramah, tetapi tangannya menggenggam erat lengan Lin Xi—bukan pelindung, melainkan pengendali. Di dunia *Aku dan Tiga Kakakku*, setiap pria berjas memiliki agenda tersembunyi. Jangan percaya senyum, percayalah pada gerak tangannya. 😏
Kalung Mutiara yang Menyimpan Rahasia
Kalung mutiara di leher Lin Xi bukan sekadar aksesori—ia menjadi simbol status dan tekanan keluarga dalam *Aku dan Tiga Kakakku*. Saat dia menatap kartu kredit dengan dingin, kita tahu: ini bukan belanja biasa, melainkan pertempuran diam-diam. 💎 #DramaKeluarga