Aku dan Tiga Kakakku
Aning rela berkorban demi Nando, pria yang ia cintai hingga kehilangan segalanya. Dikhianati dan identitasnya direbut, ia kembali ke keluarganya dan menemukan kekuatan baru. Dengan dukungan tiga kakaknya, Aning bersiap membalikkan keadaan.
Rekomendasi untuk Anda





Ekspresi Wajah yang Mengguncang Toko
Dari kaget, ragu, hingga senyum tipis—ekspresi Xiao Yu seperti film bisu dalam 3 detik. Dia tidak bicara, tapi setiap kedipannya menyampaikan: 'Aku tahu kamu berbohong.' Aku dan Tiga Kakakku sukses bikin penonton jadi detektif emosional 🕵️♀️
Kain Bergulung, Nasib Berganti
Kain motif klasik yang dipegang Xiao Lan ternyata simbol transisi kuasa. Saat dia menyerahkannya, bukan hanya barang yang berpindah—tapi juga legitimasi. Aku dan Tiga Kakakku mengajarkan: di dunia fashion, detail kecil bisa jadi pemicu ledakan besar 💥
Tas Berlian vs Kartu Kredit Biru
Kontras antara tas kristal mewah Xiao Mei dan kartu kredit biru polos sang asisten—ini bukan soal uang, tapi soal pengakuan. Siapa yang benar-benar punya otoritas? Aku dan Tiga Kakakku membuat kita bertanya: siapa yang mengatur narasi di toko ini? 👜
Kolom Baju, Kolom Jiwa
Rak baju di latar belakang bukan dekorasi biasa—setiap gantungan merepresentasikan tekanan sosial. Xiao Yu menatapnya seperti melihat masa lalu yang ingin dia sembunyikan. Aku dan Tiga Kakakku berhasil ubah toko jadi panggung psikologis mini 🎭
Perhiasan sebagai Senjata Diam
Kalung mutiara dan bros Dior di leher Xiao Mei bukan sekadar aksesori—itu pernyataan kekuasaan halus. Saat dia diam, matanya berbicara lebih keras dari kata-kata. Aku dan Tiga Kakakku memang cerita tentang hierarki tak terucapkan di balik senyum manis 🌹