Di tengah hujan dingin, Jovan Hanata berdiri di jembatan sambil memandang ke bawah—tempat seorang wanita duduk sendiri dengan koper dan kaleng bir. Mobil hitam melaju pelan, lalu berhenti. Yang Terkasih bukan sekadar cinta, tapi pertemuan antara keputusan dan penyesalan 🌧️💔