PreviousLater
Close

Model itu Ternyata CEO Episode 31

like6.4Kchase30.8K

Model itu Ternyata CEO

Untuk menghindari pernikahan yang diatur orang tuanya, Kinara kabur, pindah ke kota lain dan bekerja menjadi seorang pegawai biasa. Kinara berbohong memiliki pacar seorang CEO perusahaan besar agar tidak dikejar oleh atasannya. Dia menyewa seorang model untuk pura-pura jadi pacarnya. Siapa sangka model itu adalah seorang CEO dan kejadian ini menjadi awal tumbuhnya cinta di antara mereka berdua.
  • Instagram
Ulasan episode ini

Chat yang Bikin Jantung Berdebar

Lihat adegan percakapan di kantor—si cowok mengetik 'Kamu makan apa?' sambil disenggol asistennya. Ekspresinya datar, tetapi jarinya gemetar. Di balik layar, si cewek di kantor lain membaca pesan sambil tersenyum malu. Model Itu Ternyata CEO benar-benar merupakan twist yang tepat! 💘 #SudahDiteleponTapiBelumBalas

Ibu Muda & Pelayan: Siapa yang Lebih Tahu?

Si ibu muda keluar dari kafe, langsung bertemu pelayannya di jalan. Mereka berdua menelepon secara bersamaan—lalu saling pandang. Pelayan itu tidak terkejut, bahkan tersenyum tipis. Apakah ia tahu rahasia tersebut? Model Itu Ternyata CEO bukan hanya tentang identitas, tetapi juga siapa yang sebenarnya mengendalikan alur cerita ini. 🔍

Kantor Modern, Drama Klasik

Desain kantor futuristik, namun konfliknya khas drama keluarga: asisten curiga, bos acuh tak acuh, dan percakapan penuh makna ganda. Si cewek di meja belakang tertawa sendiri melihat foto lucu—namun wajahnya berubah saat melihat sosok baru masuk. Model Itu Ternyata CEO memang ahli dalam menyembunyikan kejutan! 😏

Kalung Mutiara = Langkah Berkuasa?

Kalung mutiara si ibu muda bukan hanya aksesori—itu simbol status, tekanan, dan mungkin rahasia keluarga. Saat ia tersenyum lebar di telepon, kalung itu berkilau. Namun di adegan berikutnya, ia tampak gelisah. Model Itu Ternyata CEO mengajarkan kita: penampilan elegan bisa menjadi topeng bagi kekacauan batin. 💎

Dari Kafe ke Kantor: Transisi yang Sempurna

Transisi dari kafe mewah ke kantor minimalis dilakukan tanpa jeda—langsung ke si cowok di meja kerja. Kamera bergerak pelan, fokus pada jemarinya yang mengetik. Lalu potong ke cewek di kantor lain, tersenyum sambil memegang pipi. Model Itu Ternyata CEO berhasil membangun chemistry hanya melalui ekspresi dan timing. Tanpa dialog, semua terasa lewat nuansa. 🌟

Ulasan seru lainnya (1)
arrow down