Adegan pembuka di desa tradisional langsung berubah mencekam saat pasukan futuristik muncul. Konflik antara warga biasa dan tentara berteknologi tinggi dalam Manusia Rekayasa Super terasa sangat intens. Tatapan merah sang protagonis di malam hari memberi firasat buruk bahwa dia bukan manusia biasa. Emosi antara pasangan utama juga menyentuh hati di tengah kekacauan. Penonton dibuat penasaran dengan identitas asli para prajurit bernomor tersebut.