Song Chunshan muncul dengan kipas lipat, santai namun penuh maksud—ia bukan sekadar tamu, melainkan badai yang datang perlahan. Gadis berambut merah diam, tetapi tatapannya menusuk. Kembalinya Pemimpin Hebat bukan hanya tentang kekuasaan, melainkan tentang siapa yang berani berdiri di tengah pusaran itu… dan siapa yang jatuh lebih dahulu 😌🌀
Kembalinya Pemimpin Hebat dimulai dengan menara kuno yang berlumut—simbol masa lalu yang tak dapat dihapus. Xiu Luo berdiri tegak, pedang di tangan, mata dinginnya menyiratkan dendam yang telah mengendap selama setengah bulan. Di belakangnya, kelompok putih bersikap tenang, namun ketegangan terasa di udara就 seperti senar busur yang hampir putus 🏯⚔️