Gila sih, Xiao Xiao datang bawa pasukan tapi malah tanda tangan kontrak pengalihan saham. Ini bukan sekadar kalah, tapi penyerahan total. Xiao Xiao yang tadinya sok jagoan, akhirnya nurut aja sama Xiao Xiao. Adegan Xiao Xiao baca dokumen sambil Xiao Xiao senyum-senyum itu ngeri banget. Benci Tidak Bertemu emang nggak pernah gagal bikin deg-degan.
Perhatikan deh senyum Xiao Xiao pas Xiao Xiao masuk. Itu bukan senyum biasa, tapi senyum orang yang udah menang telak. Xiao Xiao yang mukanya bonyok tapi masih sok santai, padahal dalemnya hancur lebur. Adegan Xiao Xiao lempar cincin ke Xiao Xiao itu simbolis banget. Benci Tidak Bertemu pinter banget mainin detail kecil jadi besar.
Jujur kasihan sama Xiao Xiao. Datang dengan gaya sok kuat, bawa pengawal, tapi ujung-ujungnya nyerah juga. Luka di muka Xiao Xiao itu bukti perjuangannya, tapi sia-sia. Xiao Xiao yang dingin dan kalkulatif, jelas-jelas udah siapin jebakan. Benci Tidak Bertemu ini nggak cuma soal cinta, tapi juga soal harga diri yang hancur.
Suasana ruang rapat di Benci Tidak Bertemu itu tegang banget. Semua orang diam, cuma ada Xiao Xiao dan Xiao Xiao yang saling tatap. Xiao Xiao yang awalnya percaya diri, pelan-pelan kehilangan kendali. Xiao Xiao yang tenang tapi mematikan. Adegan Xiao Xiao tanda tangan kontrak itu kayak adegan eksekusi. Ngeri tapi seru!
Cincin yang diserahkan Xiao Xiao ke Xiao Xiao itu bukan sekadar perhiasan. Itu simbol cinta yang udah nggak punya arti lagi. Xiao Xiao yang nerima cincin itu dengan senyum sinis, seolah bilang 'akhirnya kamu milikku juga'. Tapi rasanya kosong. Benci Tidak Bertemu ini pinter banget mainin simbol-simbol kecil jadi bermakna besar.