Pria dalam rompi hitam membawa baki berisi gaun seolah-olah membawa takdir. Gerakannya tenang, tetapi matanya berbicara banyak: ia tahu lebih dari yang diungkapkan. Gadis di kamar? Ia bukan korban—ia sedang membuat pilihan. Maaf, Aku Mencintaimu bukan tentang cinta biasa, melainkan tentang siapa yang berani mengambil keputusan ketika semua orang menuntutnya diam. 🕊️