Dalam Maaf, Aku Mencintaimu, ekspresi wajah Ibu dalam gaun merah itu menusuk—senyumnya retak saat melihat putrinya terbaring lemah. Sang ayah berteriak dengan suara parau, sementara sang gadis hanya menatap kosong, lalu tersenyum pahit. Setiap detik terasa berat, seperti kain perban yang tak kunjung dilepas. 💔 #NetShort