Adegan di mana Ratu berambut putih itu memukul Pangeran dengan kuali benar-benar di luar dugaan! Dari adegan romantis tiba-tiba berubah jadi komedi slapstick. Ekspresi wajah Pangeran yang babak belur itu lucu gila. Dalam Sentuhan Jadi Sakti, emosi Ratu memang tidak bisa ditebak, tapi justru itu yang bikin penonton ketagihan untuk terus menonton setiap episodenya.
Wajah Menteri tua itu merah padam menahan marah melihat kelakuan Pangeran. Dia berani menegur langsung di hadapan umum, menunjukkan betapa seriusnya situasi di istana. Konflik antara generasi tua yang kaku dan pasangan muda yang bebas ini jadi inti cerita yang menarik. Sentuhan Jadi Sakti berjaya bawa ketegangan politik istana dengan cara yang sangat menghiburkan.
Kilasan balik ke medan perang yang kelam memberikan konteks mengapa Pangeran begitu melindungi Ratu. Luka di wajah dan suasana perang yang mencekam menunjukkan pengorbanan besar demi cinta. Adegan ini menambah kedalaman emosi dalam Sentuhan Jadi Sakti, membuat kita faham bahawa cinta mereka bukan sekadar main-main, tapi dibina atas darah dan air mata.
Dari gaya lukisan realistik tiba-tiba bertukar jadi gaya kartun comel bila Ratu marah. Perubahan gaya animasi ini sangat kreatif dan lucu. Ia memecahkan ketegangan suasana istana yang serius. Sentuhan Jadi Sakti menggunakan teknik visual ini dengan bijak untuk menyampaikan emosi watak tanpa perlu banyak dialog, sangat sesuai untuk tontonan pantas di aplikasi netshort.
Rekaan kostum dalam drama ini memang memukau mata. Busana merah Ratu dengan sulaman emas nampak sangat mahal dan agung. Rambut putihnya yang panjang itu jadi simbol keunikan wataknya. Setiap perincian dari mahkota hingga kasut menunjukkan usaha produksi yang tinggi. Sentuhan Jadi Sakti bukan saja kuat dari segi cerita, tapi juga dari segi visual yang memanjakan mata penonton.