Jangan Mati, Jinakkan Mereka!
Lily, seorang pekerja pejabat, rohnya terperangkap ke dunia permainan sebagai watak jahat sampingan. Lily memegang cambuk, dia berdepan dengan Lester yang telah dihukum. Kronos dan Mordred menyerbu masuk, mata penuh kebencian, nilai kegelapan mereka terus meningkat. Sistem memberi amaran: Tawan hati hamba iblis ni, atau mati. Nilai kegelapan Yannic di bawah tanah sudah mencecah 97%, babak kematian telah bermula.
Cadangan Untuk Anda




马来语.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)
Mata Hijau vs Mata Merah: Pertarungan Jiwa
Jangan Mati, Jinakkan Mereka! bukan sekadar drama—ini pertempuran antara keinginan dan kawalan. Mata hijau si Serpent Man berkilat penuh nafsu tersembunyi, manakala mata merah si Masked Devil menyiratkan amarah yang tak terkawal. Setiap tatapan adalah senjata. 🔥
Tangan yang Menggenggam Nasib
Dari genggaman lembut si White-Eared Prince hingga sentuhan berkuasa si Red-Horned Lover—setiap gerak tangan dalam Jangan Mati, Jinakkan Mereka! membawa makna tersendiri. Tangan si Puteri bukan sekadar cantik; ia simbol kuasa yang dipilih, bukan diberi. 💎
Ular Putih Bukan Hiasan, Tapi Peringatan
Ular di bahu si Green Coat bukan aksesori biasa—ia makhluk setia yang mengintai setiap kelemahan. Dalam Jangan Mati, Jinakkan Mereka!, haiwan bukan sekadar pelengkap; ia cermin jiwa tuannya. Kalau ular itu bergerak... hati kena waspada. 🐍
Korona Berduri & Cinta yang Berbahaya
Si Puteri dengan korona ros merah bukan ratu biasa—dia raja perang emosi. Setiap helai rambut ungu, setiap batu permata di lehernya, menyembunyikan luka lama. Jangan Mati, Jinakkan Mereka! mengajar kita: cinta sejati sering lahir dari tempat yang paling beracun. 🌹
Empat Lelaki, Satu Wanita—Siapa Yang Benar-Benar Menang?
Dalam Jangan Mati, Jinakkan Mereka!, bukan soal siapa lebih tampan atau berkuasa—tapi siapa yang sanggup menahan diri ketika semua ingin menguasai. Si White-Eared Prince akhirnya belajar: kadang, kemenangan ialah membiarkan dia pergi. 😌