Saat mendengar rumor gusuran, penyewa serakahku menolak pindah. Mereka menuntut separuh uang kompensasi atau memaksaku menjual rumah dengan harga murah. Aku berpura-pura setuju, mereka gak sadari rencana gusuran itu palsu. Sebenarnya, yang akan dibangun adalah krematorium, dan hanya rumahku yang tidak akan terdampak.