Di dunia yang melarang wanita menjadi ksatria, Celeste mewarisi pedang dan tekad kuat bibinya. Saat keluarganya menghadapi kehancuran, dia menyamar dan memasuki arena, mengalahkan semua lawan dan seekor naga. Kemenangannya membuktikan satu hal, yaitu dunia boleh menolak wanita, tapi kehormatan ksatria tidak akan pernah.