Setelah tiga tahun belajar, pewaris Jawara Pedang melakukan kesalahan fatal dengan membakar kota dan membunuh banyak orang tak bersalah. Ayahnya, sebagai Jawara Pedang Pertama, menghukumnya dengan memotong tangan kanannya sebagai pelajaran bahwa kekuatan bukanlah hak untuk menentukan hidup mati orang lain.Bisakah sang pewaris bertahan dan menemukan jalan baru setelah kehilangan kemampuan menggunakan pedang?