(Sulih suara) Perlindungan Sang Penjagal Episode 29
Versi asli
(Sulih suara) Perlindungan Sang Penjagal
Wiro, Sang Pendekar Pedang Legendaris pensiun dari dunia silat dan beralih menjadi tukang potong daging. Suatu kali, dia menyelamatkan Putri Sekar lalu menjadi pengawal pribadinya. Tapi ternyata Sekar membenci tukang daging itu, merasa statusnya rendah dan tak pantas ada di istana bersamanya.
Rekomendasi untuk Anda





.jpg~tplv-vod-noop.image)
Pangeran Merah yang Salah Paham
Ia datang dengan perisai emas dan ekspresi sinis: 'Kamu masih muda, mengapa tergesa-gesa?' Namun ia tidak tahu—keberanian bukan soal usia, melainkan soal pilihan saat semua orang lari 🏃♂️. (Sulih suara) Perlindungan Sang Penjagal mengingatkan: kebenaran sering diucapkan oleh mereka yang dianggap 'bodoh'.
Cinta di Tengah Ancaman
Ia memegang tangan sang wanita biru sambil menghadapi tuduhan—tak peduli siapa yang marah, ia tetap tenang. Cinta mereka bukan romansa biasa, melainkan kesetiaan yang dipertaruhkan di ujung pedang ⚔️. (Sulih suara) Perlindungan Sang Penjagal membuat jantung berdebar!
Peran Nenek Bijak yang Mengguncang
Nenek dengan mahkota berlian itu hanya berbicara dua kalimat, namun langsung membuat suasana membeku. 'Benar-benar tidak tahu diri'—kalimatnya bagai pisau yang menusuk kebohongan. Ia bukan sekadar latar belakang, melainkan penyeimbang keadilan di tengah kekacauan 🕊️.
Si Tua Berdarah di Sudut, Paling Menyedihkan
Lelaki berambut putih dengan darah di bibir—ia tak berteriak, hanya menatap penuh kekecewaan. Kondisinya sudah sangat buruk, namun masih berani mempertanyakan: 'Apakah kamu buta atau tidak waras?' 😢 (Sulih suara) Perlindungan Sang Penjagal berhasil membuat kita ikut merasa bersalah.
Aura Tak Terbantahkan
Sang Penjagal memancarkan aura yang membuat semua orang diam—bahkan Jenderal Cahyo yang garang pun menjadi ragu. Di tengah kerumunan, ia berdiri seperti badai yang belum meledak 🌪️. (Sulih suara) Perlindungan Sang Penjagal benar-benar menekankan kekuatan diam dibanding teriakan.