Ketika folder itu dibuka dan terbaca 'Surat Perceraian', ekspresi Feng Yu langsung berubah jadi es. Tidak ada teriakan, hanya diam yang lebih menyakitkan. Ini bukan drama cinta, ini pertempuran diam-diam di balik meja kerja. 📄
Ibu Feng Yu tidak marah—dia tersenyum sambil melipat tangan. Kalung mutiaranya mengkilap, tapi matanya menusuk. Dalam Setia atau Tidak Tergantungmu, kekuasaan sering datang dari senyum, bukan teriakan. 👑
Dia berdiri tegak di tengah ruang tamu mewah, tas kecil di tangan, tapi aura-nya seperti sedang memimpin pasukan. Lin Xi bukan korban—dia adalah strategis yang baru saja memulai babak kedua. 💪
Dari duduk santai hingga berdiri gugup, lalu menunjuk dengan emosi—Feng Yu kehilangan masker 'pria sempurna'. Di Setia atau Tidak Tergantungmu, patahnya harga diri lebih dramatis daripada patahnya hati. 😤
Tarikan lengan Lin Xi oleh Feng Yu, lalu Ibu ikut campur—ini bukan adegan fisik, ini pertarungan simbolik atas otonomi. Siapa yang berhak mengendalikan tubuh dan keputusan seorang wanita? 🔥