Animasi dalam serial ini benar-benar memukau mata saya sejak detik pertama. Efek portal biru yang muncul tiba-tiba terlihat sangat halus dan mahal. Apalagi saat naga biru terbang melintasi pegunungan, rasanya seperti mimpi. Menonton Semua Muridku Jenius di waktu senggang benar-benar mengobati rasa penat setelah bekerja seharian penuh. Detail pakaian para karakter juga sangat rapi dan indah.
Karakter berbaju merah itu sungguh lucu sekali saat menggaruk kepala dengan malu. Ekspresinya sangat natural dan membuat saya ikut tersenyum sendiri. Dinamika persahabatan antara dia dan karakter berbaju biru terasa sangat kuat di Semua Muridku Jenius. Saya suka bagaimana mereka saling melengkapi satu sama lain dalam setiap situasi sulit yang dihadapi bersama nanti.
Adegan saat karakter berbaju merah memegang tangan Nona berbaju ungu itu benar-benar membuat jantung berdebar kencang. Romantisme yang dibangun tidak berlebihan tapi cukup terasa hangat di hati. Penonton pasti akan terbawa suasana baper seperti saya saat menonton Semua Muridku Jenius ini. Gaun ungu Nona itu juga sangat elegan dan cocok dengan kepribadiannya yang lembut.
Munculnya peri kecil berambut putih itu benar-benar menjadi kejutan manis di tengah cerita yang serius. Lucu sekali saat dia melayang-layang sambil berbicara dengan karakter berbaju biru. Karakter pendukung dalam Semua Muridku Jenius ternyata tidak kalah menarik perhatian daripada tokoh utamanya. Saya jadi penasaran apa peran sebenarnya dia dalam kisah besar ini nantinya.
Bangunan kayu dengan tulisan emas di atas pintu itu terlihat sangat klasik dan bersejarah. Suasana desa yang tenang kontras dengan kekuatan sihir yang mereka miliki. Latar tempat dalam Semua Muridku Jenius berhasil membangun dunia fantasi yang sangat imersif. Saya bisa membayangkan diri saya berjalan-jalan di jalan setapak batu tersebut dengan santai.