Dia duduk di kursi dengan gaun bulu putih, telepon di tangan, sementara mereka berdua datang dengan tatapan sinis. Putri kesayangan yang cantik tak perlu berteriak—matanya sudah berbicara: 'Kalian salah orang.' Kekuasaan sejati bukan di kursi emas, melainkan di diamnya yang mematikan. 💋
Dari kantor ke panggung, Putri kesayangan yang cantik berubah dari wanita bisnis elegan menjadi tokoh utama yang dingin dan penuh dendam. Cap batu putih itu bukan sekadar simbol—melainkan janji yang retak. Ekspresi Li Wei saat menyerahkan kontrak? Murni teater emosional. 🎭