Penebusan Sang Tabib
Dari laporan palsu hingga manipulasi media, Herry merasa memegang kendali. Namun satu siaran langsung menghancurkan segalanya. Warga mengaku dihasut. Skandal Obat Palsu Tanpa Kode meledak. Saham anjlok. Penangkapan terjadi. Yongki tak perlu membalas — kebenaran yang melakukannya.
Rekomendasi untuk Anda



印尼.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)

Anak Muda vs Dosa Lama
Pemuda berkacamata datang dengan napas tersengal, lalu berhenti di ambang pintu—melihat sang tabib yang pucat dan gemetar. Tidak ada kata pertama, hanya tatapan yang menghantam seperti palu. Di balik kemeja lengan panjang dan rompi hitam, tersembunyi rahasia yang lebih berat daripada seluruh buku obat di rak. Penebusan Sang Tabib dimulai dari satu tatapanku. 👓🔥
Meja dengan Kain Kotak-Kotak
Meja kecil berlapis kain kotak-kotak itu menjadi saksi bisu: cangkir enamel, remote rusak, buku-buku kuning usang bertuliskan 'Diabetes', 'Rematik'. Setiap detail adalah petunjuk—tabib ini bukan penipu, melainkan manusia yang terjebak dalam sistem yang tidak adil. Penebusan Sang Tabib bukan drama, melainkan tragedi harian yang sering kita lewatkan. 📚☕
Dia Menunjuk, Aku Menunduk
Saat tabib itu menunjuk dengan jari gemetar, pemuda itu langsung membungkuk—bukan karena takut, melainkan karena tahu: semua yang disembunyikan pasti akan terungkap. Di latar belakang, orang-orang lewat tanpa peduli. Penebusan Sang Tabib bukan soal pengadilan, melainkan tentang saat kita akhirnya berani menghadapi bayangan diri sendiri. 🤲✨
Jam Dinding Berhenti Saat Dia Masuk
Jam dinding di dinding putih berhenti tepat saat pemuda itu melangkah masuk. Bukan kebetulan—waktu ikut tegang. Tabib tua berdiri, tangan menopang lemari kayu, suara parau menyebut nama yang tak pernah disebut lagi. Penebusan Sang Tabib adalah kisah tentang waktu yang tertahan, dan dosa yang tak bisa dikirim melalui kurir. ⏳🕯️
Kereta Datang, Hati Remuk
DF4D 0566 melaju di rel yang sepi, tetapi di dalam rumah, tabib tua duduk terpaku—cangkir enamel dingin, remote terlepas dari jemari. Berita di TV tentang 'tabib desa bakar 200 ribu resep' membuatnya menutup muka. Penebusan Sang Tabib bukan soal uang, melainkan rasa bersalah yang tak berujung. 🚂💔