Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat
Arman, Dewa Pedang yang menyamar sebagai Tabib Desa, menikah dengan Irma demi menjalani ujian cinta. Selama tiga tahun ia diam-diam melindungi Sekte Pedang Ara, namun dihina dan tak diakui. Saat masa perjanjian hampir usai, rahasia dan ambisi tersembunyi mulai mengguncang segalanya.
Rekomendasi untuk Anda





Gelang Emas & Tali Putih
Gelang emas di pinggang Xiao Yu kontras dengan tali putih yang diberikan Li Wei—simbol janji atau jebakan? Ia memegangnya seolah menggenggam nasibnya sendiri. Detail kecil ini membuat adegan diam menjadi penuh ketegangan. Kecerdasan visual yang memukau! ✨
Mereka Pergi, Dia Tertinggal
Saat rombongan berjalan menjauh di jalan batu, Li Wei tersenyum—namun matanya kosong. Apakah ia menang? Atau justru kalah sebelum pertempuran dimulai? Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat mengajarkan: kemenangan tanpa kepercayaan adalah kekalahan yang tertutup rapat. 😶
Kepala Berdua, Hati Berbeda
Xiao Yu dan Li Wei berdiri berdampingan, namun jarak antara mereka lebih lebar daripada jalan batu itu sendiri. Ekspresi wajah mereka bagai dua alur cerita yang sama-sama benar—namun hanya satu yang akan selamat. Drama psikologis murni! 🌀
Lentera Merah, Nasib Kelam
Lentera merah di gerbang tua tidak menyala terang—malah tampak redup, seperti harapan yang mulai pudar. Adegan ini bukan pembukaan, melainkan peringatan: segala yang indah dalam Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat pasti berakhir dalam kabut penyesalan. 🌫️🕯️
Pengkhianatan dalam Senyuman
Di tengah gerbang batu dan lentera merah, senyum Li Wei terlalu lebar untuk sekadar sopan. Namun mata Xiao Yu tidak berbohong—ia tahu ada sesuatu yang salah. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat bukan hanya judul, melainkan ramalan tragis. 🗡️💔