Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat
Arman, Dewa Pedang yang menyamar sebagai Tabib Desa, menikah dengan Irma demi menjalani ujian cinta. Selama tiga tahun ia diam-diam melindungi Sekte Pedang Ara, namun dihina dan tak diakui. Saat masa perjanjian hampir usai, rahasia dan ambisi tersembunyi mulai mengguncang segalanya.
Rekomendasi untuk Anda





Rambut Dikepang, Rasa yang Tak Terucap
Dua ekor kuda rambut Xue Qing tak hanya gaya—tapi simbol kepolosan yang mulai retak saat Lin Feng muncul. Ekspresi wajahnya berubah dari bingung ke tersenyum tipis… seperti cinta yang baru saja menyadari dirinya ada. 💫
Ruangan Merah, Bayangan yang Menghantui
Latar belakang merah dengan tulisan emas 'Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat' jadi saksi bisu konflik batin. Lin Feng berdiri tegak, tapi matanya berkata: 'Aku tak siap.' Sementara Xue Qing diam—tapi tubuhnya berbicara lebih keras dari kata-kata. 🕯️
Kain Tipis, Sentuhan yang Mengguncang
Detik saat Lin Feng menyentuh lengan Xue Qing—kain transparan itu seperti kulit kedua mereka. Tidak ada pedang yang terangkat, tapi hati sudah berdarah-darah. Ini bukan drama cinta biasa; ini tragedi yang dimulai dari satu sentuhan salah. ⚔️
Senyum Palsu, Air Mata yang Ditahan
Xue Qing tersenyum di akhir, tapi matanya berkaca-kaca. Lin Feng tertawa ringan, tapi tangannya gemetar memegang keranjang bambu. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat—judul yang tepat untuk dua jiwa yang saling mengejar, tapi selalu datang terlalu lambat. 😢
Langkah di Atas Tangga, Hati yang Bergetar
Dari langkah pertama di tangga kuil hingga tatapan yang saling menyentuh—setiap gerak Xue Qing dan Lin Feng dipenuhi ketegangan halus. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat bukan hanya judul, tapi napas yang tertahan sebelum badai. 🌿 #KisahYangMenggigit