Harus diakui, desain Pedang Mistis dalam serial Pedang Pembasmi ini sangat detail dan estetik. Efek cahaya biru es dan rantai yang mengikatnya memberikan nuansa magis yang kuat. Momen ketika tiga mutiara bersinar bersamaan setelah darah tumpah adalah visual terbaik. Kontras antara keindahan pedang dan kekejaman pengorbanan darah menciptakan ketegangan visual yang luar biasa indah namun mencekam.
Ekspresi wajah Yao Guang saat menyadari dirinya dikhianati benar-benar menyentuh hati. Dari senyum bahagia berubah menjadi syok, lalu rasa sakit fisik dan batin yang luar biasa. Adegan di mana dia terjatuh dan darah menetes ke tanah digambarkan dengan sangat dramatis. Aktris ini berhasil membawa penonton merasakan keputusasaan karakternya dalam Pedang Pembasmi tanpa perlu banyak dialog.
Karakter Mo Xuan benar-benar berhasil dibangun sebagai tokoh licik yang memanipulasi perasaan. Senyum sinisnya saat melihat Yao Guang menderita membuat darah mendidih. Dia tidak ragu melukai orang yang paling percaya padanya demi kekuatan. Adegan di mana dia menyerap energi dari Yao Guang menunjukkan keserakahannya. Penonton pasti akan sangat membenci karakter ini di Pedang Pembasmi.
Latar tempat di Dimensi Sembilan Langit dengan nuansa berkabut dan dekorasi bunga merah muda menciptakan suasana surgawi yang kontras dengan tragedi yang terjadi. Lokasi syuting yang megah mendukung cerita fantasi ini. Meskipun ceritanya gelap, visual lokasinya tetap memanjakan mata. Setting kuil dan jembatan batu memberikan kesan klasik yang kuat dalam alur cerita Pedang Pembasmi ini.
Konsep mengaktifkan pedang suci dengan darah sendiri adalah elemen cerita yang gelap namun menarik. Yao Guang harus membayar mahal dengan nyawanya untuk ambisi orang lain. Adegan darah menetes dari tangan dan mulutnya sangat grafis dan menyayat hati. Ini mengingatkan kita bahwa dalam dunia kultivasi Pedang Pembasmi, kepercayaan adalah hal yang paling berbahaya jika diberikan pada orang yang salah.