Adegan di lorong istana dengan para dayang membawa nampan terlihat sangat sakral. Langkah mereka yang pelan dan serempak menciptakan atmosfer yang magis. Kostum putih bersih para dayang kontras dengan pakaian merah para penjaga, menciptakan visual yang sangat estetis. Adegan ini dalam Menyambut Permaisuri berhasil membangun rasa penasaran tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi di istana.
Tidak bisa dipungkiri, detail pada kostum kaisar dan para pejabat sangat luar biasa. Bordiran emas pada jubah hitam kaisar terlihat sangat mewah dan berwibawa. Topi pejabat dengan batu merah di tengahnya juga menjadi titik fokus yang menarik. Dalam Menyambut Permaisuri, setiap elemen kostum seolah bercerita sendiri tentang status dan peran masing-masing karakter di istana.
Aktor yang memerankan kaisar muda benar-benar menguasai peran. Ekspresi wajahnya yang berubah-ubah dari serius ke sedikit cemas menunjukkan konflik batin yang kompleks. Begitu juga dengan pejabat yang tampak khawatir, menambah dimensi pada cerita. Dalam Menyambut Permaisuri, akting para pemain berhasil membuat penonton ikut merasakan ketegangan yang terjadi di ruang takhta.
Set desain ruang takhta dan lorong istana sangat megah dan detail. Ornamen emas di dinding, tirai berwarna biru dan kuning, serta lantai yang bersih mencerminkan kemewahan istana. Pencahayaan yang lembut juga menambah kesan dramatis pada setiap adegan. Menyambut Permaisuri berhasil menghadirkan suasana istana yang autentik dan memukau mata penonton.
Para dayang yang berjalan membawa nampan dengan anggun benar-benar mencuri perhatian. Gerakan mereka yang halus dan sinkron menunjukkan latihan yang matang. Kostum putih mereka yang sederhana namun elegan menambah kesan suci pada prosesi ini. Dalam Menyambut Permaisuri, kehadiran para dayang ini memberikan kontras yang menarik terhadap ketegangan di ruang takhta.