Cahya mengungkapkan semua rasa sakitnya kepada Mufid karena selalu menjadi pilihan terakhir dalam hidupnya. Mufid meminta kesempatan terakhir untuk memperbaiki kesalahannya, tetapi Cahya menolak dengan tegas.Akankah Mufid benar-benar menyerah atau masih ada harapan bagi mereka?