PreviousLater
Close

Malam Tahun Baru Lagi Episode 29

like3.0Kchase9.7K

Malam Tahun Baru Lagi

Diana Suteja, putri tertua keluarga Suteja, menikah tanpa restu ayahnya. Diana mengalami pendarahan hebat saat melahirkan dan anaknya memiliki cairan pada paru-parunya. Setelah mendengar kabar tersebut, sang ayah bergegas mengirim putrinya ke rumah sakit yang lebih baik dan menyalahkan sang suami, Lukman Saputra, karena tak becus. Dengan memberikan uang demi menyelamatkan anak Lukman sebagai bujukan, sang ayah memintanya bercerai dengan putrinya dan memintanya untuk tidak bertemu lagi dengan Dia
  • Instagram
Ulasan episode ini

Anak dalam Kursi Roda: Mata yang Melihat Semua

Anak kecil itu diam, tapi matanya menyaksikan segalanya—kebohongan, tangis, dan keputusan yang menghancurkan. Di tengah hiruk-pikuk pesta, ia satu-satunya yang tak berpura-pura. Malam Tahun Baru Lagi sukses membuat kita merasa bersalah karena terlalu sibuk menilai orang lain. 👀🕯️

Kardigan Cokelat vs Jaket Abu-abu

Kardigan cokelat lembut Xiaoxue kontras dengan jaket abu-abu dingin Xiang Yu—simbol jarak emosional yang semakin lebar. Mereka berdiri berdampingan, tapi hati mereka seperti di ujung kota yang berbeda. Malam Tahun Baru Lagi memang cerita tentang dua orang yang saling mencintai, tetapi tak mampu bertemu di tengah jalan. 🧥🍂

Ibu dengan Brokat Chanel: Ironi Keluarga

Brokat Chanel di dada, tapi tatapannya kosong seperti kaca jendela malam. Ia datang dengan elegan, lalu hancur dalam satu kalimat. Malam Tahun Baru Lagi mengingatkan: kemewahan tak bisa menutupi kehampaan keluarga yang retak. 💎😭

Surat dari Rumah Sakit: Detik-detik yang Mengguncang

Kertas berjudul 'Rumah Sakit Kota Jiang' itu seperti bom waktu. Saat Xiang Yu membacanya, dunia berhenti. Tidak ada musik, tidak ada dialog—hanya napas berat dan detak jantung yang terdengar. Malam Tahun Baru Lagi memilih keheningan sebagai senjata paling mematikan. 📄⚡

Mobil Hitam: Penjara Beroda

Dalam mobil, mereka berdua terpisah oleh jarak 30 cm, tetapi terasa seperti ribuan kilometer. Jendela buram, jam tangan di tangan, dan tatapan yang tak pernah menyentuh. Malam Tahun Baru Lagi tahu betul: kadang pelarian terbaik adalah diam di kursi penumpang. 🚗🌌

Ulasan seru lainnya (4)
arrow down