Konflik Pabrik
Arman, yatim piatu yang jadi konglomerat, menyamar untuk ungkap korupsi dan eksploitasi di pabrik dan perusahaan anak grupnya, menindak para pelaku, memperbaiki pabrik, menyelamatkan warga, lalu saat reuni SMA buka identitas untuk membalas dendam dan menemukan cinta sejati.
Rekomendasi untuk Anda




.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)

Baju Bulu vs Kemeja Merah: Pertempuran Gaya
Pria baju bulu dengan kalung emas vs pria kemeja merah yang gelisah—duel visual yang lebih keras dari dialognya! Konflik Pabrik tidak butuh adegan kejar-kejaran, cukup duduk di meja makan, lalu bom emosional meledak. 💥👔
Si Kacamata Kotak-Kotak: Senyumnya Bikin Merinding
Dia tersenyum, tapi matanya dingin seperti es. Di tengah Konflik Pabrik, dia adalah predator yang menunggu saat tepat. Tidak perlu teriak—cukup angkat alis, dan semua orang tahu: ini bukan makan malam, ini pertemuan akhir. 😶🌫️
Ponsel Jadi Senjata Tersembunyi
Saat semua sibuk berdebat, si pria jas hitam diam-diam buka ponsel—dan itu bukan untuk cek cuaca. Dalam Konflik Pabrik, teknologi jadi senjata baru: satu screenshot bisa mengubur karier. 📱💀
Tumbuhan di Tengah Meja? Bukan Hiasan, Tapi Peringatan
Lihat dekorasi hijau di tengah meja—bukan sekadar estetika. Itu metafora: di tengah kekacauan manusia, alam tetap tenang... sementara mereka saling menghancurkan. Konflik Pabrik memang teatrikal, tapi dalamnya sangat nyata. 🌿🎭
Meja Bundar yang Penuh Drama
Konflik Pabrik benar-benar memanfaatkan meja bundar sebagai simbol kekuasaan dan ketegangan. Setiap gerak tangan, tatapan, bahkan cara menyendok nasi—semua berbicara. Pria berjas kotak-kotak itu? Master manipulasi emosi. 🍲🔥